Teknologi

Sejarah Pangandaran dan Mitos yang Dipercaya Masyarakat Sekitar

Sejarah Pangandaran seolah tak pernah lepas dibicarakan jika membahas tentang salah satu daerah di ujung barat pulau Jawa ini. Ada banyak cerita mulai dari legenda, mitos dan sejarah di Pangandaran, terutama pantainya, yang terus menjadi buah bibir di masyarakat.

Mengenal Sejarah Pangandaran dan Mitos yang Dipercaya

Pangandaran sendiri merupakan sebuah kabupaten di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis. Pangandaran termasuk wilayah pesisir karena sebagian wilayahnya dekat dengan kawasan pantai. Karena itulah sektor wisata adalah sektor andalan kabupaten Pangandaran ini.

Sektor wisata terutama pantai adalah sektor utama yang selalu menarik banyak wisatawan berkunjung ke Pangandaran. Pantai-pantai di Pangandaran tak diragukan lagi menawarkan pemandangan yang sangat indah dengan daya tarik yang berbeda dengan pantai lain.

Namun dibalik keindahan pantai-pantai di Pangandaran, tersimpan cerita sejarah Pangandaran yang mungkin tak banyak orang ketahui. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan sejarah tentang Pangandaran serta berbagai sejarah dan mitos dari pantai-pantai di Pangandaran.

Asal Mula Nama Pangandaran

Sejarah Pangandaran tak bisa dilepaskan dari asal mula nama Pangandaran itu sendiri. Pangandaran sendiri berasal dari 2 kata, yaitu pangan yang maknanya makanan dan kata ‘Daran’ yang memiliki makna pendatang.

Perpaduan dua kata tersebut kemudian menghasilkan kata Pangandaran yang bermakna ‘sumber makanan bagi para pendatang’. Hal ini selaras dengan kondisi masyarakat Pangandaran yang kebanyakan atau didominasi oleh penduduk pendatang.

Masyarakat jaman dahulu juga menyebut daerah ini dengan sebutan Desa Penanjung. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis daerah Pangandaran yang terdapat Tanjung yang dikeramatkan. Ada juga yang percaya kata ‘penanjung’ ini berasal dari bahasa Sunda Pananjung yang bisa diartikan sebagai paling subur atau paling makmur.

Berdasarkan sejarah yang ada, kata Pananjung ini pun pernah dijadikan sebagai nama kerajaan yang berdiri di kawasan Pangandaran kala itu. Namun berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain yang ada di Indonesia, kerajaan ini tidak sempat mengalami masa kejayaan.

Hal ini disebabkan karena sebelum Kerajaan Pananjung sempat mengalami masa kejayaan, kerajaan ini sudah terlebih dahulu berperang dengan bajak laut yang memaksa ingin membeli hasil alam masyarakat.

Faktor paceklik yang terjadi di kerajaan membuat pihak kerajaan tidak bersedia menjual hasil bumi yang didapat masyarakat kepada para bajak laut ini. Hingga kemudian tumpahlah perang antara Kerajaan Pananggung dengan Bajak Laut.

Sayangnya, pihak dari Kerajaan Pananggung harus mengakui kekalahan terhadap para bajak laut. Hingga kemudian sebagai konsekuensi, pemerintahan kerajaan pun diambil alih oleh para bajak laut.

Sejarah Pangandaran kemudian beralih pada masa penjajahan. Saat itu, pada masa penjajahan Belanda, salah seorang presiden priangan menjadikan Pananggung sebagai taman dengan melepaskan 3 ekor sapi betina serta banteng jantan. Hingga kemudian ditemukan salah satu tanaman langka yang menjadikan kawasan Pangandaran sebagai kawasan cagar alam.

Mitos dan Legenda di Pantai Pangandaran

Selain sejarah Pangandaran, kawasan yang terkenal sebagai kawasan tujuan wisata ini juga sangat terkenal dengan mitos-mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat sekitar. Percaya atau tidak nyatanya mitos tersebut terus diceritakan hingga saat ini.

Tak hanya menyimpan keindahan dan panorama alam yang indah, pantai Pangandaran yang masih termasuk dalam wilayah pantai selatan ini juga terkenal sering memakan korban jiwa. Ombaknya yang sangat besar serta kurangnya sikap hati-hati dari pengunjung tak jarang membawa bencana hingga menimbulkan korban jiwa.

Mitos yang paling terkenal dari Pantai Pangandaran ini adalah keberadaan sang ratu pantai selatan yaitu Nyi Roro Kidul. Tak hanya itu saja, bahkan para sesepuh dari desa atau sesepuh di kawasan Pangandaran juga sering mengingatkan para pengunjung agar senantiasa berhati-hati, waspada dan menjaga sikap.

Hal ini tidak lain dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Mitos ini sebenarnya tidak hanya ada di kawasan Pantai Pangandaran saja, namun juga hampir di seluruh wilayah pantai laut selatan.

Percaya atau tidak, namun hingga kini masyarakat masih mempercayai adanya mitos tersebut. Dalam hal positif masyarakat jadi lebih menjaga sikap dan perilaku saat berada di kawasan Pantai Pangandaran, yaitu dengan tidak berbuat hal-hal buruk, seperti merusak lingkungan, membuang sampah sembarangan dan hal-hal buruk lainnya.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang kawasan Pantai Pangandaran mulai dari sejarah hingga mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. Setiap daerah pasti memiliki sejarah dan mitosnya masing-masing, begitu pula dengan kawasan Pangandaran.

Dibalik keindahan pantai-pantai yang ada di kawasan Pangandaran, tersimpan pula cerita sejarah tentang asal mula lahirnya nama Pangandaran serta mitos yang dipercaya oleh masyarakat. Dengan mempelajari sejarah Pangandaran ini semoga bisa memberikan informasi lebih kepada Anda tentang kearifan lokal daerah setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *