Pahami Dulu Skor Kredit agar Anda Mudah Mengajukan Pinjaman

Definisi dasar credit score adalah sistem penilaian yang diterapkan bank untuk melihat kemungkinan atau keahlian peminjam atas pinjaman yang diajukannya. Seseorang perlu memiliki riwayat kredit atau riwayat pengajuan kredit sebagai salah satu pertimbangan untuk menerima pengajuan pinjaman dari peminjam ke bank.

Kredit historis ini mencerminkan skor kredit seseorang. Semakin tinggi skor kredit seseorang, semakin mudah bagi bank atau pemberi pinjaman lain untuk menerima aplikasi pinjaman. Skor kredit seseorang ditunjukkan dengan angka antara 300 dan 850. Artinya, jika skor kredit melebihi 720, maka nasabah tersebut memiliki kriteria yang valid atau aman untuk mengajukan kredit.

Sedangkan jika nilainya di bawah 640 akan menjadi perhatian bank sehingga cukup sulit untuk mengajukan pinjaman. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai skor kredit yang perlu diketahui calon debitur sebelum mengajukan pinjaman:

Bagaimana cara mengetahui skor kredit Anda

Setiap pengajuan pinjaman bank memerlukan Cek BI atau pengecekan skor kredit seseorang di Bank Indonesia. Ujian BI harus diambil untuk pinjaman tanpa jaminan (KTA), pinjaman kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) atau pengajuan kartu kredit. Ujian BI adalah informasi tentang debitur tunggal yang mencatat kemajuan atau ketidakpastian pembayaran kredit seseorang.

Sampai menentukan kelayakan calon peminjam untuk mendapatkan pinjaman. Ujian BI dapat dilaksanakan oleh lembaga keuangan di situs resmi Bank Indonesia melalui halaman https://www.bi.go.id/id/LIP/contents/formulir.aspx yang meliputi Sistem Informasi Debitur, identitas penyimpanan, penyediaan dana hutang atau pinjaman yang diterima, agunan, penjamin dan penagihan lancar atau pembayaran kredit.

Namun berdasarkan informasi yang diberikan oleh situs web Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Cek BI atau SID berubah nama menjadi Sistem Informasi Keuangan atau SLIK yang dioperasikan oleh OJK mulai 1 Januari 2018. Untuk mendapatkan iDEB melalui SLIK ini, Anda memerlukan untuk melakukan beberapa langkah. antara lain debitur mengajukan diri ke OJK dengan membawa dokumen pendukung dan melengkapi formulir aplikasi debitur yang berlokasi di Menara Radius Prawiro Lantai 2 Kompleks Perkantoran Bank Indonesia. Jl. MH Thamrin No.2, Jakarta atau kantor wilayah atau kantor OJK setempat.

Dokumen pendukung yang diperlukan untuk pengajuan antara lain fotokopi identitas berupa KTP WNI dan Paspor WNA apabila debitur yang mengajukan adalah debitur perseorangan. Kemudian, bagi debitur badan usaha, harus dilengkapi fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus yang menunjukkan identitas badan usaha asli berupa NPWP, akta pendirian perusahaan dan perubahan akhir perkiraan kebijakan.

Selanjutnya, kirimkan formulir atau dokumen pendukung tersebut kepada pejabat OJK dan setelah memenuhi persyaratan maka OJK akan mencetak hasil iDEB tersebut. Selanjutnya, OJK akan mengkonfirmasi dan mempresentasikan keputusan iDEB tersebut kepada pemohon beserta tanda terima yang ditandatangani pemohon.

Skor kredit ini dicatat jika seseorang memiliki rekening bank. Riwayat kredit seseorang juga akan muncul, terutama terkait dengan pembayaran cicilan yang rutin. Perbankan menjadikan skor kredit nasabah sebagai salah satu pertimbangan utama untuk menyetujui pinjaman. Sehingga pembayaran kredit atau skor kredit secara teratur harus dijaga agar tetap dalam keadaan baik.

Post Author: eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *