Edukasi

Cerita Masuk UI Bersama Ruang Guru

Masuk UI menjadi mimpiku sejak aku duduk di bangku SMA. Banyak yang mencibirku, bahwa masuk UI itu sulit dan aku tidak akan bisa mencapainya. Bermimpi untuk masuk manajemen UI, membuatku juga harus bersaing dengan anak-anak lain dari seluruh Indonesia. Apalagi mengingat manajemen UI adalah salah satu program studi favorit, sehingga saingannya juga semakin banyak.

Bagi kamu yang ingin masuk UI dan bermimpi menjadi mahasiswa UI di kemudian hari, itu bukan pilihan yang salah. Semua berhak untuk bermimpi setinggi-tingginya. Jangan dengarkan mereka yang mencibirmu. Setelah kamu bermimpi, ada dua hal yang selanjutnya kamu pikirkan. Pertama tentang “how to” dan kedua adalah “commitment”.

Ya, kamu perlu tahu bagaimana caranya untuk bisa masuk UI. Pilihan masuknya pasti kamu sudah tahu, SNMPTN, SBMPTN, dan Simak UI. Tapi yang terpenting, kamu perlu tahu bagaimana perjuangan orang-orang terdahulu untuk bisa masuk UI. Salah satu yang banyak ditempuh, mereka ikut bimbel masuk UI. Ketika masa-masa penerimaan PTN sudah dekat, akan banyak bimbel-bimbel di luar sana yang menawarkan paket intensif masuk UI.

Aku salah satu yang memilih untuk ikut bimbel masuk UI. Tapi yang aku pilih berbeda dari bimbel masuk UI pada umumnya. Aku memilih ruang guru sebagai sahabat belajar. Apa yang membuat aku memilih ruang guru? Alasannya karena aku cocok dengan metode yang ditawarkan oleh ruang guru. Aku adalah tipe orang yang suka belajar dengan fleksibel, tidak suka belajar dari buku, dan anti ribet.

Ruang guru menawarkan paket belajar yang beragam untuk semua mata pelajaran dan jenjang, termasuk persiapan untuk masuk UI. Aku berlangganan paket ruang belajar, dan terbukti cukup ampuh untuk mengasah kemampuan belajarku. Aku belajar intensif tanpa harus banyak menguras tenaga. Jadwal aku yang menentukan, dan semua terserah aku, karena aku yang memutuskan mau belajar apa.

Aku belajar melalui video pembelajaran dari ruang guru, ini cukup ampuh untuk menggantikan peranan tutor. Ya kalian pasti tahu sendiri, begitu mahalnya bila harus belajar privat. Tidak hanya itu, aku juga fokus untuk bisa latihan soal sebanyak mungkin agar bisa terbiasa menghadapi soal-soal SBMPTN atau simak UI. Menurutku, bimbel masuk UI yang paling cocok buatku waktu itu ya memang ruang guru.

Nah, hal kedua yang jangan dilupakan adalah komitmen. Belajar tidak mudah bila yang dihadapi adalah soal SBMPTN atau Simak UI. Ada banyak cara untuk menumbuhkan komitmen. Selain dengan terus ingat akan tujuan awal dan terus mengingat cibiran orang yang meremehkanku, aku juga saling menyemangati teman-temanku yang sedang berjuang untuk masuk UI. Ini cukup membantu ketika aku kehilangan motivasi belajar.

Lalu, akhir dari cerita ini adalah apakah pada akhirnya aku berhasil masuk UI? Ya, akhirnya aku bisa membuktikan kepada orang di luar sana yang meremehkan aku. Aku banyak berterimakasih kepada seluruh teman-teman yang dari awal mendukungku, kepada orang tua yang selalu memberikan support, dan kepada ruang guru yang telah menjadi teman belajar favoritku. Untuk kamu di luar sana yang sedang berjuang sepertiku dulu, tetaplah fokus untuk mengejar mimpimu dan jaga komitmen, semoga Tuhan memberikanmu hasil yang terbaik, aamiin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *